Islam Rahmah


Islam Rahmah yakni suatu pemahaman tentang keislaman secara moderat, damai dan humanis

INDONESIA NEGERI PLURALIS

Hamka Haq    [ 10/11/2009 14:17 ]

City: Jakarta
Country: Indonesia
Registered: 10/11/2009 11:37
Participations: 39
Web: http://personal.babelred.com/al-islam-al-rahmah/
Share:    
Content

INDONESIA NEGERI PLURALIShttp://personal.babelred.com/islam-rahmah/modifythread.asp?act=new&idcat=28&showcat=28&tipo=6#_ftn1" name=_ftnref1>[*]

 

Oleh: Hamka Haq al-Badry**http://personal.babelred.com/islam-rahmah/modifythread.asp?act=new&idcat=28&showcat=28&tipo=6#_ftn2" name=_ftnref2>[†]

 

 

I.                   Kebangsaan Dasar Kerukunan

 

Secara jujur penulis harus mengatakan bahwa ketika akan menyelesaikan studi S1 di IAIN Alauddin Makassar, penulis menyusun skripsi yang membahas ajaran kaum Ahmadiyah.  Skripsi tersebut kemudian diterbitkan menjadi buku oleh Yayasan Nurul Islam / Panji Masyarakat dengan judul KOREKSI TOTAL TERHADAP AHMADIYAH, pada tahun 1981.  Sampai sekarang, sebagai Muslim yang dibesarkan dalam lingkungan Sunni, tentu saja menilai isi buku itu masih relevan dengan pandangan penulis.  Mungkin yang tidak relevan lagi ialah penyikapan yang dahulu “tidak bersahabat” terhadap kaum Ahmadiyah.  Bahwa ternyata kita tidak harus menilai setiap aliran lain dengan sikap “bermusuhan”.  Artinya, kaum Ahmadiyah, betapapun perbedaan keyakinannya dengan paham yang kita anut, tidak mesti dipandang sebagai komunitas yang harus dimusuhi, atau harus dienyahkan dari bumi Indonesia, yang nota bene adalah negerinya sendiri.   Terhadap Ahmadiyah, kita harus melihatnya sebagai sebuah keyakinan dan sebuah komunitas di antara sekian komunitas di kalangan bangsa kita.  Perbedaan keyakinan, hendaknya tidak menjadi penghalang untuk menjalin persaudaraan dengan kaum Ahmadiyah sebagai sesama warga bangsa.  Sadar akan hal ini, maka beberapa bulan yang lalu, penulis dengan legowo menerima dan diterima oleh Pimpinan Pusat kaum Ahmadiyah dalam suatu acara silaturahim di Jakarta yang sangat mengharukan kami semua.  Mereka pun mengerti bahwa penulis pernah menulis buku yang menyerang keyakinan mereka, namun yang penting ialah kesediaan untuk hidup berdampingan dengan keragaman iman dan aliran.

Tak ada kekuatan yang dapat membangun rasa persaudaraan ini, kecuali atas kesadaran nasional, sebagai sesama bangsa Indonesia.  Rasa eksklusifisme primordialis suku, agama, aliran dan golongan akan pasti merugikan kehidupan berbangsa karena tidak sesuai dengan realitas bangsa sendiri yang multi etnis dan multi agama, bahkan multi aliran. 

            Kesadaran nasionalisme itulah yang menjadi inti ideologi negara, Pancasila, yang diawali dengan sila Ketuhanan, dan diakhiri dengan sila Keadilan Sosial, yang berarti bahwa sila Ketuhanan menghendaki pangamalan nilai agama yang toleran, menuju keadilan dan kesejahteraan bangsa.    Hal ini mu


 
 
 
Adding content
Categories
Ads